
Zhangjiajie, keajaiban teknologi pada keajaiban alam yang terindah
, by Hendra Willyan, 20 min reading time

, by Hendra Willyan, 20 min reading time
Ribuan pilar batu menjulang dari hutan berkabut, elevator menempel pada tebing, jembatan kaca membentang di atas jurang, dan kereta gantung membawa wisatawan menuju gerbang langit.
Terletak di wilayah barat laut Provinsi Hunan, Zhangjiajie merupakan salah satu kawasan alam paling dramatis di Tiongkok. Lanskapnya didominasi ribuan pilar dan puncak sempit dari batupasir kaya kuarsa yang menjulang di atas hutan, lembah, sungai, dan kabut.
Kawasan Wulingyuan yang mencakup Zhangjiajie National Forest Park mempunyai lebih dari 3.000 pilar batupasir kuarsa, banyak di antaranya memiliki tinggi lebih dari 200 meter. Bentuknya yang vertikal membuat lanskap ini tampak seperti gugusan pulau batu yang mengambang ketika bagian bawahnya tertutup kabut.
Pemandangan tersebut kemudian dipopulerkan secara global melalui perbandingannya dengan pegunungan terapung Pandora dalam film Avatar. Namun, jauh sebelum film tersebut dirilis, Wulingyuan telah diakui sebagai kawasan alam bernilai internasional.
Bailong Elevator atau “Hundred Dragons Elevator” dibangun menempel pada tebing batupasir di kawasan Wulingyuan. Elevator kaca ini mempunyai tinggi keseluruhan sekitar 326 meter dan membawa wisatawan dari dasar lembah menuju dataran tinggi Yuanjiajie.
Struktur tersebut terdiri atas tiga elevator kaca bertingkat dua. Setiap unit dapat membawa puluhan penumpang dan memungkinkan pengunjung menghindari pendakian panjang menuju kawasan puncak.
Sebagian lintasan elevator berada di dalam tebing, sedangkan bagian atasnya terbuka dengan dinding kaca yang menghadirkan panorama pilar batu dan hutan di sekitarnya.
Jembatan kaca Zhangjiajie Grand Canyon membentang sekitar 430 meter di antara dua sisi jurang dan berada sekitar 300 meter di atas dasar lembah. Lantainya menggunakan panel kaca transparan sehingga pengunjung dapat melihat langsung ke bawah.
Ketika dibuka pada tahun 2016, jembatan ini dipromosikan sebagai jembatan pejalan kaki berlantai kaca terpanjang dan tertinggi di dunia. Seiring dibangunnya jembatan-jembatan baru, status rekor tersebut dapat berubah, tetapi struktur ini tetap menjadi salah satu jembatan kaca paling terkenal di dunia.
Popularitasnya begitu besar sehingga jembatan sempat ditutup tidak lama setelah pembukaan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dan pengelolaan jumlah pengunjung.
Tianmen Mountain merupakan kawasan berbeda dari Zhangjiajie National Forest Park. Akses paling ikonik menuju gunung ini adalah kereta gantung yang berangkat dari area pusat kota Zhangjiajie.
Jalurnya memiliki panjang sekitar 7.455 meter dengan perbedaan ketinggian sekitar 1.279 meter. Perjalanan umumnya berlangsung sekitar setengah jam, bergantung pada operasi dan kondisi cuaca.
Dari kabin, pengunjung dapat melihat kota, lembah, tebing, serta jalan pegunungan berkelok yang terkenal sebagai Tongtian Avenue atau “Heaven-Linking Avenue”.
Hubungan Zhangjiajie dengan film Avatar merupakan salah satu alasan destinasi ini dikenal luas oleh wisatawan internasional. Bentuk pilar batu yang muncul dari kabut memang sangat mirip dengan pegunungan terapung dalam dunia fiksi Pandora.
Zhangjiajie bukan lokasi pengambilan gambar langsung film Avatar. Lanskap Pandora dibuat menggunakan efek visual dengan inspirasi dari berbagai bentang alam, termasuk formasi pegunungan di Tiongkok.
Salah satu pilar paling terkenal di Yuanjiajie sebelumnya dikenal sebagai Southern Sky Column atau Qiankun Column. Pada 2010, destinasi tersebut mulai dipromosikan dengan nama Avatar Hallelujah Mountain.
Setelah hujan, kabut sering memenuhi bagian bawah lembah sehingga puncak-puncak batu tampak terpisah dari daratan. Inilah momen ketika lanskap terlihat paling mirip dengan Pandora.
Area Yuanjiajie memiliki beberapa sudut pandang terkenal, termasuk panorama pilar Avatar Hallelujah Mountain dan First Bridge Under Heaven.
Wulingyuan berbeda dari lanskap karst batu kapur yang banyak ditemukan di Guilin. Pilar Zhangjiajie didominasi batupasir yang kaya akan kuarsa dan terbentuk melalui proses erosi fisik dalam waktu yang sangat panjang.
Batuan utamanya merupakan batupasir dengan kandungan kuarsa tinggi. Lapisan dan retakan vertikal pada batu menjadi titik awal terbentuknya pilar yang terpisah.
Air yang masuk ke celah batu dapat membeku dan mengembang pada musim dingin. Siklus yang berulang membantu memperlebar retakan serta memecah bagian batu.
Akar tanaman tumbuh memasuki retakan batu dan secara perlahan memperbesar celah. Vegetasi juga memberi karakter khas berupa pepohonan yang tumbuh di puncak pilar.
Hujan, aliran air, perubahan suhu, dan pelapukan terus mengikis batuan yang lebih lemah hingga menyisakan pilar-pilar sempit dan dinding vertikal.
Zhangjiajie terdiri atas beberapa kawasan wisata yang terpisah. Zhangjiajie National Forest Park, Grand Canyon, dan Tianmen Mountain tidak berada dalam satu kompleks tiket yang sama.
Kawasan ini terkenal dengan Avatar Hallelujah Mountain, First Bridge Under Heaven, serta deretan sudut pandang yang menghadap pilar-pilar batu.
Lihat gambar Yuanjiajie →Tianzi Mountain menawarkan panorama luas puncak-puncak batupasir, terutama ketika kabut bergerak di antara pegunungan.
Lihat gambar Tianzi Mountain →Jalur lembah ini mengikuti sungai yang mengalir di antara hutan dan kaki pilar batu. Rutenya relatif landai dibandingkan kawasan puncak, tetapi tetap membutuhkan waktu berjalan cukup panjang.
Lihat gambar Golden Whip Stream →Lubang alami besar pada tebing Tianmen Mountain dikenal sebagai Heaven’s Gate. Pengunjung dapat mencapainya melalui tangga panjang, eskalator, atau sistem transportasi yang berlaku pada rute pilihan.
Lihat gambar Tianmen Cave →Tianmen Mountain mempunyai jalur kaca yang menempel di sisi tebing. Atraksi ini berbeda dari jembatan kaca Zhangjiajie Grand Canyon.
Lihat gambar Glass Skywalk →Jembatan batu alami ini menghubungkan dua bagian pilar di Yuanjiajie dan menjadi salah satu formasi paling terkenal di taman nasional.
Lihat gambar jembatan alami →Memahami perbedaan antara pusat kota Zhangjiajie, Wulingyuan, Zhangjiajie National Forest Park, Grand Canyon, dan Tianmen Mountain sangat penting agar itinerary tidak berantakan.
Bandara Zhangjiajie Hehua melayani rute domestik dan sejumlah penerbangan internasional atau musiman. Jadwal dapat berubah menurut periode perjalanan.
Zhangjiajie West Railway Station menjadi stasiun utama bagi banyak layanan kereta cepat menuju atau dari kota-kota besar.
Wulingyuan nyaman untuk mengunjungi pintu masuk taman nasional dan kawasan sekitarnya tanpa perjalanan jauh dari pusat kota setiap hari.
Pusat Zhangjiajie lebih praktis untuk mengunjungi Tianmen Mountain, bandara, stasiun kereta, dan fasilitas perkotaan.
Idealnya sediakan sedikitnya dua hari untuk taman nasional, ditambah hari terpisah bagi Tianmen Mountain atau Grand Canyon.
Atraksi populer dapat menggunakan kuota, jadwal masuk, dan pemeriksaan identitas. Simpan paspor selama perjalanan.
Meskipun tersedia bus, elevator, cable car, dan eskalator, pengunjung tetap akan berjalan cukup jauh serta menaiki tangga.
Kabut dapat menciptakan pemandangan luar biasa, tetapi juga dapat menutupi panorama sepenuhnya. Buat itinerary yang fleksibel.
Musim semi sekitar April hingga Mei menawarkan hutan hijau, suhu yang relatif nyaman, dan kemungkinan kabut yang menciptakan suasana dramatis. Hujan tetap dapat terjadi sehingga jas hujan ringan perlu disiapkan.
Musim gugur sekitar September hingga November umumnya memberikan suhu sejuk dan peluang langit lebih cerah. Namun, awal Oktober bertepatan dengan libur Hari Nasional Tiongkok sehingga destinasi wisata dapat menjadi sangat ramai.
Musim panas menawarkan lanskap hijau lebat, tetapi suhu, kelembapan, hujan, dan jumlah pengunjung biasanya lebih tinggi. Musim dingin lebih sepi dan berpeluang menghadirkan salju, tetapi beberapa fasilitas dapat terpengaruh cuaca.
Zhangjiajie memadukan bentang alam purba dengan rekayasa modern yang memungkinkan wisatawan menjelajahi tebing, lembah, pilar batu, dan puncak berkabut dari berbagai sudut.
Anda dapat naik elevator kaca di sisi tebing, berjalan di atas jembatan transparan, menyusuri sungai di antara pilar batu, atau menaiki kereta gantung panjang menuju Tianmen Mountain.
Ketika kabut perlahan memenuhi lembah dan hanya menyisakan puncak-puncak batu di atas awan, mudah memahami mengapa Zhangjiajie dianggap sebagai versi nyata dari dunia Pandora.