
Mengapa harus ke Chongqing, china?
, by Hendra Willyan, 16 min reading time

, by Hendra Willyan, 16 min reading time
Kereta yang menembus gedung, jalanan bertingkat, kuliner pedas, dan gemerlap pemandangan malam menjadikan Chongqing salah satu kota paling unik untuk dijelajahi di China.
Kalau beberapa tahun lalu banyak wisatawan memilih Beijing atau Shanghai sebagai tujuan utama saat liburan ke China, kini ada satu kota yang semakin mencuri perhatian, yaitu Chongqing.
Berkat berbagai video perjalanan yang viral di TikTok dan Instagram, kota ini berhasil masuk ke dalam wishlist banyak traveler Indonesia. Mulai dari kereta yang melintas di dalam gedung, jalan raya bertingkat, bangunan yang mengikuti kontur perbukitan, hingga pemandangan malam penuh gemerlap lampu, Chongqing menawarkan pengalaman yang berbeda dari banyak kota besar lainnya.
Suasana metropolitan, arsitektur berlapis, sungai, jembatan, dan cahaya malamnya juga membuat Chongqing sering dijuluki sebagai “Cyberpunk City” atau kota bergaya futuristik.
Salah satu ikon paling terkenal di Chongqing adalah Liziba Station. Di lokasi ini, kereta Chongqing Rail Transit Line 2 terlihat melintas melalui bagian sebuah kompleks bangunan bertingkat.
Pemandangan tersebut menjadikan Liziba sebagai salah satu spot foto paling populer di kota. Wisatawan biasanya menunggu di area pandang yang berada di seberang atau di bawah bangunan untuk mengabadikan momen ketika kereta muncul dan melintas.
Liziba bukan hanya objek wisata, melainkan stasiun transportasi umum yang masih aktif. Pengunjung juga dapat menaiki Line 2 untuk merasakan perjalanan kereta sambil melihat pemandangan Sungai Jialing dan kawasan kota.
Chongqing dibangun di kawasan pegunungan dan perbukitan yang dipisahkan oleh Sungai Yangtze serta Sungai Jialing. Kondisi geografis tersebut membuat tata kotanya berkembang secara vertikal dan bertingkat.
Di satu lokasi, wisatawan dapat menemukan jalan raya di atas gedung, jembatan yang menghubungkan kawasan berbeda, pusat perbelanjaan dengan pintu keluar pada ketinggian berbeda, hingga bangunan yang seolah-olah mempunyai lantai dasar pada beberapa sisi.
Jangan heran apabila lantai dasar di satu pintu masuk ternyata berada jauh di atas permukaan jalan pada sisi bangunan lainnya. Pengalaman inilah yang membuat Chongqing sering diperkenalkan sebagai “8D City”.
Kalau mencari tempat yang paling sering muncul dalam video perjalanan Chongqing, Hongya Cave atau Hongyadong hampir selalu berada di urutan teratas.
Kompleks komersial ini dibangun mengikuti sisi tebing dan terinspirasi oleh bentuk rumah panggung tradisional kawasan Chongqing. Di dalamnya terdapat restoran, toko makanan, tempat membeli suvenir, serta area untuk menikmati pemandangan sungai dan kota.
Hongya Cave terlihat paling dramatis pada malam hari saat lapisan bangunannya diterangi cahaya berwarna keemasan. Perpaduan bangunan, tebing, jembatan, dan gedung modern di sekitarnya menciptakan panorama yang sering dianggap menyerupai latar kota dalam film fantasi.
Selain terkenal karena topografi dan pemandangan kotanya, Chongqing juga merupakan destinasi kuliner. Hidangan yang paling identik dengan kota ini adalah Chongqing hot pot.
Kuahnya biasanya menggunakan cabai, minyak merah, aneka rempah, dan lada Sichuan atau huajiao yang menghasilkan sensasi pedas, harum, sekaligus kebas atau mala. Beragam bahan seperti daging, sayuran, tahu, jamur, dan mi dimasak langsung di dalam kuah tersebut.
Traveler yang kurang menyukai rasa pedas dapat mencari restoran yang menyediakan panci terbagi atau pilihan kuah yang lebih ringan. Sebelum memesan, sampaikan tingkat kepedasan yang diinginkan karena standar pedas setempat bisa terasa sangat kuat.
Saat matahari terbenam, Chongqing berubah menjadi kota penuh cahaya. Gedung tinggi, jembatan, tebing, kompleks Hongya Cave, dan kawasan tepi sungai menciptakan panorama malam yang sangat khas.
Salah satu cara populer untuk menikmati pemandangan tersebut adalah mengikuti pelayaran malam di Sungai Yangtze dan Sungai Jialing. Dari atas kapal, wisatawan dapat melihat skyline Chongqing dari sudut yang lebih luas tanpa terhalang bangunan di sekitarnya.
Pengalaman malam juga dapat dilengkapi dengan mengunjungi kawasan Nanbin Road, Jiefangbei, Chaotianmen, atau mencoba Yangtze River Cableway untuk melihat kota dan sungai dari ketinggian.
Chongqing bukan hanya memiliki satu atraksi viral. Daya tarik utamanya justru berasal dari perpaduan topografi, transportasi, budaya, kuliner, dan kehidupan metropolitan.
Kota dibangun mengikuti bukit dan tebing sehingga jalan, jembatan, gedung, dan pusat transportasinya berada pada berbagai ketinggian.
Monorel, metro, cableway, eskalator panjang, dan jembatan menjadi bagian dari pengalaman wisata kota.
Sungai Yangtze dan Sungai Jialing membentuk lanskap kota yang dramatis serta menghadirkan banyak sudut pandang menarik.
Hot pot, xiaomian, camilan jalanan, dan cita rasa mala menjadi bagian penting dari identitas Chongqing.
Gedung, jembatan, tebing, dan kompleks tradisional menyala bersama sehingga menciptakan kesan futuristik.
Mulai dari Liziba, Hongya Cave, Shibati, Jiefangbei, sampai Chaotianmen, setiap kawasan menawarkan karakter visual berbeda.
Topografi Chongqing berbeda dari kota datar. Persiapan sederhana dapat membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman.
Perjalanan dapat melibatkan banyak kegiatan berjalan kaki, tanjakan, turunan, dan anak tangga.
Lokasi yang tampak berdekatan pada peta belum tentu mudah dicapai karena perbedaan ketinggian.
Gunakan aplikasi peta yang dapat berfungsi dengan baik di China dan simpan nama destinasi dalam tulisan Mandarin.
Fitur penerjemah teks, suara, dan kamera akan membantu saat berkomunikasi atau membaca menu.
Gunakan roaming, kartu SIM, atau eSIM yang sesuai agar navigasi dan komunikasi tetap berjalan.
Adaptor universal membantu memastikan perangkat elektronik dapat digunakan pada tipe stopkontak yang tersedia.
Pelajari penggunaan pembayaran digital dan tetap sediakan metode pembayaran cadangan selama perjalanan.
Kabut, hujan, dan kelembapan dapat memengaruhi pemandangan, aktivitas luar ruangan, serta kenyamanan berjalan kaki.
Selain lima daya tarik utama di atas, masih banyak lokasi yang dapat ditambahkan ke dalam itinerary Chongqing, tergantung durasi dan minat perjalanan.
Chongqing bukan hanya sekadar kota modern. Kota ini menawarkan pengalaman perjalanan yang benar-benar berbeda melalui arsitektur vertikal, transportasi unik, kuliner khas, sungai, jembatan, dan pemandangan malam yang spektakuler.
Mulai dari menyaksikan monorel di Liziba, berjalan di tengah labirin kota bertingkat, menikmati gemerlap Hongya Cave, mencoba hot pot, sampai melihat skyline dari atas kapal—setiap pengalaman memiliki daya tariknya sendiri.