
10 pengalaman yang harus di coba di Korea Selatan
, by Hendra Willyan, 23 min reading time

, by Hendra Willyan, 23 min reading time
Jangan hanya datang untuk berfoto di tempat wisata. Kenakan hanbok, panggang Korean BBQ, piknik di tepi Sungai Han, naik KTX, bermain salju, dan rasakan sendiri gaya hidup Korea yang selama ini kamu lihat di drama.
Liburan ke Korea Selatan tidak hanya soal mengunjungi istana, menara, atau kawasan belanja terkenal. Daya tarik Korea justru semakin terasa ketika wisatawan ikut mencoba kebiasaan dan aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Kamu dapat berjalan di kompleks kerajaan dengan mengenakan hanbok, memasak daging langsung di meja, menikmati ramyeon di tepi Sungai Han, menjelajahi kota lain menggunakan kereta cepat, atau mencari lokasi yang pernah muncul dalam drama Korea favorit.
Setiap pengalaman memberikan cerita berbeda. Beberapa cocok untuk pencinta budaya, sebagian untuk penggemar kuliner, dan lainnya menjadi kesempatan melihat Korea dari sisi yang lebih santai serta personal.
Menyewa hanbok dan berjalan di kompleks istana merupakan salah satu pengalaman budaya paling populer di Seoul. Pakaian tradisional ini menciptakan suasana yang berbeda ketika dikenakan di antara gerbang, paviliun, halaman batu, dan bangunan kerajaan Dinasti Joseon.
Toko penyewaan hanbok banyak ditemukan di sekitar Gyeongbokgung Palace, Anguk, Bukchon Hanok Village, serta Changdeokgung Palace. Paket sewa umumnya menawarkan pilihan pakaian, aksesori rambut, tas kecil, dan loker untuk menyimpan pakaian.
Pengunjung yang mengenakan hanbok dapat memperoleh fasilitas masuk gratis ke sejumlah istana kerajaan yang dikelola pemerintah, selama pakaian yang dikenakan memenuhi ketentuan hanbok yang berlaku.
Korean BBQ bukan sekadar makan daging. Pengalaman utamanya adalah berkumpul di sekitar meja, memanggang daging bersama, lalu menikmati setiap potongan dengan berbagai lauk pendamping atau banchan.
Menu yang umum dijumpai meliputi samgyeopsal atau perut babi, galbi atau iga berbumbu, bulgogi, serta hanwoo yang dikenal sebagai daging sapi premium Korea. Beberapa restoran juga menawarkan ayam, seafood, atau pilihan tanpa daging babi.
Daging biasanya disantap menggunakan daun selada atau perilla, kemudian ditambah bawang putih, kimchi, cabai, serta saus ssamjang.
Ketika sore berganti malam, kawasan Myeongdong dipenuhi kios makanan yang menawarkan berbagai jajanan Korea dan camilan modern. Suasana lampu kota, aroma makanan, toko kosmetik, dan keramaian wisatawan membuat aktivitas ini menjadi pengalaman tersendiri.
Pilihan yang populer meliputi tteokbokki, odeng atau eomuk, hotteok, gyeranppang, mandu, sosis berlapis kentang, ayam goreng, serta berbagai hidangan seafood.
Harga street food di kawasan wisata dapat lebih tinggi dibandingkan pasar tradisional. Periksa harga sebelum memesan karena tidak semua pedagang memasang harga dengan format yang sama.
KTX atau Korea Train eXpress memungkinkan wisatawan berpindah kota dengan cepat tanpa harus melalui proses perjalanan udara. Perjalanan berlangsung dari pusat kota ke pusat kota dan kursi telah ditentukan sesuai tiket.
Salah satu rute paling populer adalah SeoulโBusan yang umumnya membutuhkan waktu sekitar dua setengah hingga tiga jam, tergantung jadwal dan jumlah stasiun pemberhentian.
Pengalaman naik KTX cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan beberapa kota dalam satu perjalanan, misalnya Seoul, Busan, dan Gyeongju.
Budaya kafe di Korea berkembang menjadi pengalaman visual dan sosial. Banyak kafe tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menawarkan interior tematik, roti khas, instalasi seni, taman, rooftop, ruang pameran, atau konsep pop-up yang terus berubah.
Seongsu dikenal dengan kafe bergaya industrial dan pop-up brand, Ikseondong menawarkan kafe di bangunan hanok, sedangkan Yeonnam dan Hongdae mempunyai banyak kafe kecil dengan konsep kreatif.
Daripada hanya mencari tempat yang sedang viral, pilih kafe yang benar-benar sesuai minat, misalnya kafe buku, dessert, musik, desain, karakter, atau pemandangan kota.
Musim dingin memberikan pengalaman yang sangat berbeda dari wisata Korea pada musim lainnya. Wisatawan dapat bermain salju, naik gondola, mencoba kereta luncur, atau mengikuti pelajaran ski bagi pemula.
Kawasan Gangwon-do memiliki sejumlah resor terkenal, termasuk Yongpyong, Alpensia, High1, dan Phoenix Snow Park. Beberapa resor yang lebih dekat dari Seoul juga populer untuk perjalanan satu hari.
Musim operasional ski tidak memiliki tanggal tetap. Pembukaan dan penutupan bergantung pada suhu, salju alami, produksi salju buatan, serta kondisi masing-masing resor.
Korea Selatan menjadi salah satu pusat tren skincare dan kosmetik dunia. Wisatawan dapat menemukan produk pembersih, toner, serum, sunscreen, masker wajah, cushion, lip tint, hingga perawatan kulit kepala.
Myeongdong memiliki banyak toko kecantikan dan gerai flagship. Olive Young menjadi pilihan praktis untuk membandingkan berbagai merek dalam satu tempat, sedangkan department store cocok untuk produk premium.
Jangan membeli hanya karena sebuah produk sedang viral. Sesuaikan kandungan dengan jenis kulit, periksa tanggal kedaluwarsa, dan lakukan uji tempel untuk produk baru.
Hangang atau Sungai Han merupakan bagian penting dari kehidupan Seoul. Taman-taman di sepanjang sungai digunakan untuk bersepeda, berolahraga, piknik, menikmati matahari terbenam, atau sekadar duduk melihat panorama kota.
Salah satu pengalaman yang paling dikenal adalah memasak ramyeon menggunakan mesin di convenience store, lalu menikmatinya bersama makanan ringan di tepi sungai.
Wisatawan juga dapat menyewa sepeda dari fasilitas di sejumlah taman atau menggunakan layanan sepeda umum Seoul. Jalur sepeda menghubungkan banyak bagian taman di sepanjang sungai.
Bagi penggemar K-Drama, mengunjungi lokasi syuting dapat mengubah sebuah tempat biasa menjadi pengalaman emosional. Jembatan, taman, kafe, perpustakaan, pantai, dan gang kecil sering menjadi terkenal setelah muncul dalam sebuah drama.
Lokasi populer dapat berubah mengikuti drama terbaru. Beberapa tempat yang sering dikaitkan dengan drama Korea meliputi Namsan, Bukchon, Ihwa Mural Village, Cheonggyecheon, kawasan Hangang, Jeonju Hanok Village, serta berbagai pantai di Gangwon dan Busan.
Periksa kembali alamat dan status lokasi sebelum berangkat karena beberapa tempat merupakan bisnis pribadi yang dapat tutup, pindah, atau berganti nama.
Oleh-oleh Korea tidak harus mahal. Supermarket dan convenience store menawarkan berbagai snack, mi instan, kopi, teh, rumput laut, bumbu masak, serta makanan kemasan yang mudah dibawa.
Pilihan lain meliputi masker wajah, alat tulis, kaus kaki bermotif, kerajinan tradisional, gantungan kunci, produk karakter, merchandise K-Pop, dan barang yang berkaitan dengan drama Korea.
Produk ginseng juga populer, tetapi perhatikan jenis, kandungan, reputasi penjual, dan aturan membawa makanan atau produk kesehatan ketika kembali ke Indonesia.
Pemilihan kawasan menginap dapat menghemat waktu dan membuat itinerary lebih fleksibel.
Cocok untuk hanbok, istana kerajaan, Bukchon, Ikseondong, museum, serta pengalaman budaya tradisional.
Praktis untuk street food, kosmetik, department store, oleh-oleh, dan akses mudah menuju pusat Seoul.
Menawarkan suasana muda, kafe, pertunjukan jalanan, fashion, restoran, dan kehidupan malam.
Dikenal dengan kafe industrial, toko desain, pop-up brand, instalasi seni, dan tren gaya hidup terkini.
Cocok untuk Hangang Park, piknik, bersepeda, pusat perbelanjaan, serta panorama kota modern.
Menggabungkan pantai, seafood, pasar tradisional, kafe tepi laut, street food, dan suasana kota pesisir.
Hampir semua aktivitas dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi suasana dan kenyamanannya akan berbeda menurut musim.
Hanbok, piknik, lokasi drama, taman, dan kafe outdoor.
Hangang malam hari, pantai Busan, street food, dan kafe indoor.
Istana, hanbok, jalur alam, piknik, dan perjalanan antarkota.
Ski, salju, makanan hangat, kafe, belanja, dan festival cahaya.
Itinerary terbaik bukan yang memuat tempat paling banyak, tetapi yang memberi cukup waktu untuk benar-benar menikmati setiap pengalaman.
Contohnya hanbok, Gyeongbokgung, Bukchon, dan Ikseondong dapat disusun dalam satu hari karena lokasinya relatif berdekatan.
Perjalanan subway, mencari pintu keluar, dan berjalan kaki dapat memakan waktu lebih lama daripada perkiraan.
Aplikasi lokal biasanya lebih membantu untuk transportasi umum, pintu keluar subway, alamat, dan pencarian tempat di Korea.
Istana, museum, restoran, dan toko tertentu dapat memiliki hari libur mingguan yang berbeda.
Area seperti Seongsu, Hongdae, dan Ikseondong lebih menyenangkan ketika dijelajahi tanpa jadwal yang terlalu ketat.
Simpan aktivitas indoor seperti kafe, belanja, dan museum untuk hari hujan, panas ekstrem, atau udara sangat dingin.
Pilih aktivitas sesuai minat. Liburan tidak perlu berubah menjadi daftar tugas hanya demi mengikuti semua tempat viral.
Sisakan ruang untuk skincare, snack, oleh-oleh, dan belanja tidak terencana yang biasanya muncul menjelang akhir perjalanan.
Tempat wisata memberikan pemandangan, tetapi pengalaman memberikan cerita. Mengenakan hanbok, menikmati Korean BBQ, berburu jajanan, naik KTX, atau duduk santai di tepi Sungai Han dapat menjadi bagian perjalanan yang paling lama diingat.
Susun perjalanan secara seimbang antara budaya, kuliner, belanja, aktivitas alam, dan waktu bebas. Tidak semua hari harus dipenuhi destinasi dari pagi hingga malam.
Sering kali, momen terbaik justru muncul ketika menemukan kafe kecil, berbicara dengan warga lokal, mencoba makanan yang belum pernah dikenal, atau menikmati suasana kota tanpa terburu-buru.